-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek Terlengkap

| 21 Juli WIB

Diperpanjangnya masa PPKM darurat hingga 25 Juli 2021, membuat kamu harus mengetahui daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek. Pasalnya, titik penyekatan PPKM darurat kini diperbanyak hingga 100 titik.

Ini Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek Terlengkap

Tahukah kamu, diperbanyaknya titik penyekatan PPKM darurat ternyata bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi ditambahnya titik penyekatan PPKM, salah satunya yaitu untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang juga perlu kamu ketahui. Nah daripada penasaran, pada artikel kali ini CekAja akan mengulasnya secara lengkap, termasuk daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Fungsi Penyekatan Saat PPKM Darurat

Berbicara tentang fungsi penyekatan saat PPKM darurat, sebenarnya ada beberapa hal yang melatarbelakangi dilakukannya hal ini.

Di awal pembahasan sudah disinggung, kalau penyekatan yang dilakukan selama PPKM darurat berguna untuk mengurangi mobilitas masyarakat selama periode program.

Di balik itu juga, penyekatan PPKM darurat sebenarnya dilakukan untuk menekan angka penularan virus Covid-19 yang bisa terjadi di mana saja, termasuk di transportasi umum dan perkantoran.

Maka dari itu, untuk meminimalisir penularan virus Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM darurat.

Dan untuk menyukseskan jalannya program ini, pemerintah meminta bantuan Polri bersama aparat TNI, Satpol PP dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penyekatan jalan di beberapa titik yang sudah ditentukan.

(Baca Juga: Risiko Perpanjang PPKM Darurat)

Permasalahan Dibalik Penyekatan PPKM Darurat dan Solusinya

Sebelum mengetahui daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek, ada baiknya kamu ketahui dulu apa saja permasalahan yang timbul dibalik pemberlakuan program ini, beserta solusinya.

Dilihat dari beberapa hari diberlakukannya penyekatan PPKM darurat, Polisi telah menemukan dan mencatat berbagai permasalahan yang terjadi.

Salah satu permasalahan yang timbul, yaitu kemacetan panjang yang terjadi di beberapa titik penyekatan. Seperti contoh, kemacetan yang terjadi di Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Blora arah ke Jalan Jenderal Sudirman.

Di awal masa pemberlakuan penyekatan, permasalahan itu tidak menjadi hal yang mengejutkan. Pihak kepolisian sudah menduganya, karena pasti ada banyak masyarakat yang “bandel” untuk tetap menerobos dan melakukan mobilitas.

Oleh karena itu, Polisi sudah menyiapkan solusi, dengan cara memeriksa satu persatu kendaraan, untuk memastikan apakah termasuk dalam sektor kritikal atau esensial.

Jika tidak termasuk dalam dua sektor itu, maka kendaraan diminta untuk putar balik ke rumah masing-masing.

Pasalnya, yang diperbolehkan untuk melintas di jalan yang menjadi titik penyekatan adalah kendaraan karyawan yang bekerja di sektor kritikal dan esensial saja.

Maka dari itu, jauh sebelum diberlakukannya PPKM darurat, pemerintah sudah menginformasikan untuk perusahaan yang bergerak di sektor non esensial wajib menerapkan kerja dari rumah, atau work from home (WFH) 100 persen.

Sementara untuk perusahaan yang bergerak di sektor kritikal dan esensial, diberi keringanan untuk tetap beroperasi di kantor, dengan syarat karyawan yang diperbolehkan masuk hanya 50 persen saja.

Apabila ada perusahaan non esensial yang tetap menyuruh karyawannya bekerja di kantor seperti biasa selama masa PPKM darurat, maka pemerintah meminta untuk segera melaporkannya ke Satgas, karena hal itu sudah tidak diperbolehkan lagi.

Dengan begitu, perusahaan tersebut akan langsung ditindak dan disidik oleh pihak Kepolisian. Sebab, itu tidak hanya melanggar aturan pemerintah, namun juga membahayakan nyawa para pegawai beserta keluarganya di rumah secara tidak langsung.

Selain beberapa upaya di atas, pihak Kepolisian juga mengatasi beberapa permasalahan yang muncul selama penyekatan PPKM darurat, dengan memberikan rambu-rambu mulai dari jarak 1 kilometer hingga 200 meter.

Rambu-rambu tersebut bermaksud memberikan informasi kepada para pengguna jalan, baik itu motor atau mobil untuk menyiapkan syarat-syarat dokumen, seperti Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Jika pengguna jalan tersebut memiliki dan bisa menunjukkan STRP, maka ia bisa melewati jalur tersebut. Jika tidak, maka ia harus putar balik ke rumah masing-masing.

Akan tetapi, ada pengecualian untuk beberapa kategori masyarakat, seperti petugas yang mengangkut logistik, mengantar makanan, minuman dan kebutuhan sehari-hari.

Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek

Setelah mengetahui beberapa informasi mengenai aturan penyekatan PPKM darurat, kini saatnya kamu mengetahui daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek.

Jadi, daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek ini awalnya hanya ada 75 titik, yang sudah diberlakukan sejak 3 Juli 2021.

Namun, Polisi kini menambahkan sebanyak 25 titik penyekatan, sehingga jumlahnya menjadi 100 titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek, seperti yang disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Lantas, apa saja 100 daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek tersebut? Jika ingin tahu, yuk langsung simak uraian lengkapnya di bawah ini.

1. Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek – Dalam Kota

  • Traffic Light (TL) Fatmawati
  • Jalan Pangeran Antasari
  • Underpass Mampang
  • Traffic Light (TL) Green Garden
  • Traffic Light (TL) Coca Cola
  • Underpass Basura
  • Flyover Ladokgi
  • Flyover Pesing Arah Timur
  • DI Panjaitan Arah Kampung Melayu
  • Hasyim Ashari (Traffic Light Donat)
  • Jembatan Merah
  • Megaria
  • Jalan Casa Kemayoran
  • Jalan Benyamin Sueb
  • Jalan Apron
  • Jalan Medan Merdeka Timur
  • Jalan Veteran 3
  • Joglo Raya
  • Pasar Rebo Cijantung.

2. Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek – Tol Batas Kota

  • Gerbang Tol Cikarang Pusat
  • Gerbang Tol Cibatu
  • Gerbang Tol Cikarang Barat
  • Gerbang Tol Tambun
  • Gerbang Tol Bekasi Timur
  • Gerbang Tol Bekasi Barat
  • Off Ramp Bukopin
  • Off Ramp Tegal Parang
  • Off Ramp Polda
  • Off Ramp MPR/DPR
  • Off Ramp Dharmais
  • Off Ramp Farmasi
  • Off Ramp Semanggi
  • Off Ramp Pancoran
  • Off Ramp Pangeran Antasari.

3. Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek – Batas Kota

  • Pasar Jumat (Tangerang Selatan – Jakarta Selatan)
  • Budi Luhur (Tangerang – Jakarta Selatan)
  • Kalideres (Tangerang Kota – Jakarta Barat)
  • Panasonic (Depok – Jakarta Timur)
  • Kalimalang (Bekasi Kota – Jakarta Timur)
  • Sumber Arta (Bekasi Kabupaten – Jakarta Timur)
  • Harapan Indah
  • Bintaro
  • Batu Ceper
  • Lenteng Agung (Depok – Jakarta Selatan).

4. Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek – Wilayah Penyangga

Wilayah Bekasi Kabupaten

  • Sasak Jarang – Tambun
  • Kalimalang
  • Kedung Waringin
  • Jababeka (Bundaran Patung Kuda)
  • Cikarang Festival
  • Simpang Pecenongan
  • Stadion Wibawa Mukti
  • Simpang Jalan
  • Simpang Jalan Movieland
  • Simpang Jalan SGC
  • Jalan Yos Sudarso
  • Terminal Kalijaya
  • Distrik 1 Meikarta.

Wilayah Tangerang Selatan

  • Legok
  • Gading Serpong
  • Jalan Camar Bintaro Sektor 3
  • Pamulang Jalan Raya Bogor
  • Jalan Ir H Juanda
  • Gading Boulevard.

Wilayah Tangerang Kota

  • Jatiuwung

Wilayah Depok

  • Area bawah flyover UI
  • Jalan Komjen M Yasin
  • Jalan Margonda Raya
  • Gerbang Grand Depok City (GDC)
  • Pertigaan Apotek Margonda
  • Pertigaan Kartini
  • Jalan Raya Bogor 8
  • Jalan Raya Parung Ciputat
  • Jalan Raya Bogor Cilangkap.

5. Daftar Titik Penyekatan PPKM Darurat di Jabodetabek – Ruas Sudirman – Thamrin

Arah Utara

  • Bundaran Senayan
  • FX Sudirman
  • Semanggi
  • Bendungan Hilir
  • Karet
  • Setiabudi
  • Dukuh Bawah
  • Jalan Tanjung Karang
  • Betung
  • Bundaran HI
  • Traffic Light (TL) Sarinah
  • Traffic Light (TL) Kebon Sirih
  • Budi Kemuliaan (Traffic Light (TL) Patung Kuda)
  • Museum
  • RRI
  • Oteva
  • Traffic Light (TL) Harmoni.

Arah Selatan

  • Kedutaan Prancis
  • Sumenep
  • Traffic Light (TL) HOS Cokroaminoto
  • Dukuh Bawah
  • Setiabudi
  • Jalan Suryo
  • SCBD
  • Bapindo
  • Menpan
  • Bundaran Senayan.

(Baca Juga: Wilayah yang Terapkan PPKM Darurat)

Beberapa informasi seputar penyekatan PPKM darurat, mulai dari fungsinya, permasalahan yang timbul dan solusinya, hingga daftar titik penyekatan PPKM darurat di Jabodetabek, sudah kamu ketahui secara lengkap di pembahasan sebelumnya.

Nah dari semua informasi tersebut, kamu bisa mengambil kesimpulan kalau penyekatan PPKM darurat ini berguna untuk melindungi diri sendiri serta keluarga, dan masyarakat Indonesia lainnya dari risiko penularan Covid-19.

Maka dari itu, pemerintah mengambil langkah ini untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat Indonesia. Meskipun, dalam praktiknya ditemukan beberapa permasalahan yang masih bisa diatasi dengan baik.

Sebagai masyarakat, upaya yang bisa dilakukan saat ini untuk membantu pemerintah menekan angka penularan Covid-19, yaitu dengan taat peraturan yang sedang berlaku saat ini, melakukan vaksin, dan juga inisiatif menggunakan asuransi kesehatan.

Pasalnya, asuransi kesehatan dapat melindungi kamu dan keluarga dari risiko finansial selama sakit. Sehingga, apabila sewaktu-waktu kamu mengalami sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya, karena sudah ditanggung asuransi.

Untuk itu, buat kamu yang hingga saat ini belum memiliki asuransi kesehatan, bisa segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!



source https://www.cekaja.com/info/daftar-titik-penyekatan-ppkm-darurat-di-jabodetabek
×
Berita Terbaru Update
close